Sistem Rangka Pada Hewan Vertebrata Dan Hewan Invertebrata


       

1.                     Sistem Rangka
Sistem rangka juga merupakan sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Tulang- tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka kemudian sistem rangka ini bersama sama menyusun kerangka tubuh. Sistem rangka membentuk dasar tubuh pada makhluk hidup. semua organ-organ, daging, darah, otot, cair dan udara semua terkandung dalam tubuh dan memiliki kestabilan serta kekuatan terntentu karena tulang-tulang tubuh membentuk sistem rangka..

 Sistem rangka  pada  hewan  vertebrata
1.      Pisces
Tulang  tengkorak pada ikan berfungsi untuk melindungi otak karena otak merupakan organ yang lembut tetapi mempunyai peranan yang besar bagi kehidupan ,
       Struktur rangka terdiri atas 2 bagian, yaitu kerangka aksial dan rangka apendikular.  Pisces rangka aksial terdiri dari tulang-tulang tengkorak (180 tulang), dan kolumna vertebralis.  Tulang-tulang tempurung terdiri atas tengkorak sebagai tempat otak, capsula untuk tempat pasang pasang organon sensoris (penciuman, optik, pendengaran) dan kerangka viceralis, yang merupakan bagian pembentuk tulang rahang dan penyokong lidah insang untuk digunakan.  Tengkorak (tempurung) kepala menempel dekat sekali dengan columna vertebralis, oleh karena itu ikan tidak dapat memutar pertahanan.
2.  Aves
Rangka burung terdiri atas tengkorak, ruas-ruas tulang belakang, tulang-tulang dada dan gelang bahu, tulang-tulang gelang panggul, tulang-tulang anggota dan sayap, dan tulang-tulang anggota tubuh belakang. Tulang dadanya kuat dan besar, ini berfungsi untuk melekatnya otot-otot yang berfungsi untuk terbang. Tulang dadanya mempunyai tonjolan-tonjolan yang disebut krista sterni (limas tulang dada) dan tiga pasang spina sterni (taju tulang dada). Krista sterni terletak pada garis tengah, berbentuk pipih, dan tegak lurus pada tulang dada. Tonjolan ini berguna sebagai tempat melekatnya otot-otot terbang. Burung yang tidak dapat terbang tidak mempunyai krista sterni.  Rangka terdiri dari kerangka aksial dan kerangka apendikular.  Rangka aksial yang tersusun atas caput (tulang kepala), kolumna vertebralis (tulang belakang), truncus (badan), dan kosta (tulang rusuk), sedangkan kerangka apendikular pada aves tersusun atas extremitas (tulang-tulang anggota gerak).  Pada tulang kepala, tulang tengkorak, tulang tengkorak, tulang tengkorak, tulang tengkorak, tulang tengkorak, tulang tengkorak, tulang rusuk  (Staf dosen Universitas Yogyakarta, 1990).  


3.  Amfibi
Rangka katak tersusun atas endoskeleton yang disokong oleh bagian yang lunak.  Pada fase berudu tulangnya masih lunak dan menjadi keras pada fase dewasa.  Pada sambungan-sambungan tulang masih diselesaikan dengan permukaan yang licin.  Pada katak, tulang yang panjang dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu bagian atas pada bagian tengah yang disebut diaphyse dan kedua ujung yang disebut epiphyse.  Pada diaphyse dan epiphyse ada hubungan yang tidak teratur dan diatur oleh sutura.  Sutura ini masih terdiri dari tulang rawan yang masih dapat diputar terus, sedangkan pada burung dan sebagian besar mamalia, masing-masing sutura menjadi tulang keras pada saat tertentu sehingga pertumbuhan tidak terjadi.


4.      Reptil
Sistem rangkanya dibedakan menjadi dua bagian yaitu endoskeleton dan ensoskeleton . 
Eksoskeleton yaitu  terdiri dari sisik (skuama) menanduk yang menyelubungi permukaan dan posisi seperti sususnan genting.  Bentuk squama kadal berbeda antara bagian kepala, badan, ekor. Endoskeleton yaitu terdiri dari sekeleton aksial dan apendikular.  Sekeleton aksial terdiri tengkorak, kolumna vertebralis, tulang dada dan rusuk. 

5.      Mamalia
Tulang tengkorak mamalia hanya terdiri dari 35 tulang atau kurang dari itu.  Meskipun lebih dari sedikit, tetapi tulang-tulang tengkorak mamalia lebih kuat dan lebih padat.  Rangka tulang terdiri dari tulang-tulang kotak otak (kranium) dan tulang-tulang wajah. 
 Jaringan otot pada Invertebrata
1.      Porifera
Rrangka  luar (eksoskeleton) berupa rangka/spikula dari bahan kapur (CaCO3), zat kersik, dan zat tanduk (spongin) skeleton keras yang terdiri atas berbagai jenis spikula. Spikula yaitu unsur keras yang tersusun dari kalsium karbonat, atau silika dan kolagen. Sel skleroblast berfungsi membentuk duri (spikula/rangka) atau spongin. Spikula terbuat dari kalsium karbonat atau silikat/kersik.  Sedangkan spongin tersusun dari serabut-serabut spongin yang lunak,  berongga seperti spon.
2.      Arthropoda
Tubuh artropoda tertutup oleh eksoskeleton (exoskeleton), rangka luar.  Eksoskeleton dapat terdiri dari zirah tebal dan keras yang dilindungi beberapa bagian tubuh (misalnya kepala. Artropoda yang sedang bertumbuh harus sekali-sekali melepaskan eksoskeleton lamanya dan mensekresikan ke eksoskeleton baru lebih besar.  Proses ini, yang disebut penyelongsongan, menyebabkan hewan rentan untuk sementara terhadap predator dan bahaya lain.
3.      Annelida
Filum Annelida adalah satu-satunya kelompok Trokozoa yang bersegmen dan memiliki selom. Selom ini telah berkembang dengan sempurna dan berisi cairan yang berfungsi sebagai rangka hidrostatik. Rongga tubuh coelomic dibentuk karena menggunakan embrio mesoderm.  Epidermis luar diselubungi oleh kulit ari tipis, sejenis bulu-bulu chitinous ('chaetae atau setae').


4.      Nematoda
Tubuh nematoda yang silindris memiliki panjang yang lebih pendek dari 1 mm hingga lebih dari 1 m, mengatur meruncing di ujung posterior dan tumpul di ujung anterior .  Tubuh nematoda diangkat oleh kutikula yang keras.
5.      Platyhelminthes
Cacing pipih memiliki bentuk tubuh simetris bilateral, tidak bersegmen, lunak, dan tentunya pipih. Simetris bilateral ini membuat bagian kiri dan kanan mereka simetris, juga memiliki kepala dan ekor, serta tubuh permukaan atas dan bawah
6.      Molusca
Molusca adalah hewan bertubuh lunak, namun sebagian besar dilindungi oleh cangkang yang keras.  Mantel (mantel) membungkus massa visera dan mensekresikan cangkang, jika moluska ini memiliki cangkang.  Kelompok ketiga utama moluska adalah gastropoda, bivalvia, dan sefalopoda .Sebagian besar gastropoda, termasuk siput, dilindungi oleh satu cangkang spiral tunggal. 
7.      Coelenterata
Coelenterata merupakan hewan diploblastik karena tubuhnya memiliki dua lapisan sel, yaitu ektoderm (epidermis) dan endoderm (lapisan dalam atau gastrodermis) Pada tubuh Coelenterata (hewan berongga) yaitu terdiri atas jaringan luar (eksoderm) dan jaringan dalam (endoderm) serta sistem otot yang membujur dan menyilang (mesoglea). Coelenterata merupakan hewan invertebrate yang memiliki rongga dengan bentuk tubuh seperti tabung dan mulut yang dikelilingi oleh tentakel.
8.      Echinodermata
   Echinodermata (filum Echinodermata) dinamai demikian karena permukaannya yang berduri-duri (echin adalah kata Yunanı yang berarti herduri '). Tidak berkepala , dan mempunyai rangka yang tersusunndari zar kapur di luar tubuhnya (eksoskeleton) Yang tergolong ekinodermata antara lain adalah bintang laut, bulu habi, timun laut, dan dollar pasir.

Posting Komentar

0 Komentar

KUIS TIK