SISTEM
PENCERNAAN
. Definisi
Sistem Pencernaan
Sistem
pencernaan adalah proses menerima makanan, mengubahnya menjadi energi dan
mengeluarkan sisa proses tersebut.
Selepas makanan masuk kedalam tubuh melalui mulut, makanan akan melalui
berbagai proses dalam tubuh hingga nantinya makanan tersebut akan diubah
menjadi zat dan energi yang berguna untuk tubuh juga menjadi kotoran yang
dikeluarkan.
Fungsi
utama pencernaan adalah memecah molekul kompleks dan molekul besar dalam
makanan sehingga molekul itu dapat diserap dan digunakan tubuh. Penguraian
komponen kompleks menjadi komponen sederhana disebut hidrolisis
(Tillman,. et al, 1984). Menurut Suhanda(1984),
fungsi sistem pencernaan antara lain: menerima makanan yang dimakan. Makanan
direduksisecara fisis, reduksi yang lebih lanjut berlangsung secara
kimia, menyerap hasil pencernaan, bahan buangan yang tidak dapat dicerna ditahan dan
dibuang keluar tubuh.
A. Organ pencernaan
1. Mulut
Mulut juga disebut rongga mulut. Dalam anatomi manusia
lubang tempat makanan dan udara yang kemudian masuk ke dalam tubuh. Makanan
akan dicerna pertama kali baik secara mekanik oleh gigi maupun secara kimiawi
oleh enzim amilasi (ptyalin) yang menguraikan amilium (polisakarida) menjadi
maltosa (disakarida). Didalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar
ludah. Gigi merupakan bagian yang berperan untuk mengunyah makanan saat kita
makan. Dengan gigi makanan digigit, sobek, potong, dan kunyah yang kemudian
dihaluskan. Gigi berdasarkan bentuknya itu ada beberapa jenis, yakni gigi seri,
gigi taring, gigi geraham depan, gigi geraham belakang. Pada lidah dilapisi
oleh selaput mukosa. Lidah merupakan organ yang terlibat dalam pencernaan
makanan tersusun atas otot lurik. Baca juga: Ragam Manfaat Sarang Burung Walet,
untuk Kulit hingga Pencernaan Lidah memiliki sejumlah fungsi, seperti mengatur
letak makanan di dalam mulut, mencampur makanan ludah, membantu proses menelan,
dan sebagai indera pengecap. Pada kelenjar ludah akan menghasilkan ludah. Ludah
dihasilkan oleh tiga kelenjar, yakni kelenjar paratis yang terletak di bawah
telinga. Kemudian kelenjar submaksilaris yang ada di rahang bawah, dan kelenjar
sublingualis yang berada di lidah.
2. Kerongkongan
Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), makanan yang sudah
dikunyah oleh gigi kemudian akan masuk ke kerongkongan melalui faring. Faring
adalah daerah persimpangan saluran dari rongga mulut ke kerongkongan.
Kerongkongan merupakan organ yang berperan sebagai tempat jalannya makanan
menuju lambung. Tidak ada proses pencernaan makanan di kerongkongan.
Kerongkongan itu relatif lurus dan cukup panjang sekitar 25 sentimeter,
berbentuk tabung dengan diamater 2 sentimeter. Baca juga: Langsung Tidur
Setelah Makan? Pencernaan Bisa Bermasalah Lho Pada bagian dalam selalu basah,
karena cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar mukosa. Kedua ujung kerongkongan
ditutup oleh penyempitan otot dibagian atas dan bawah. Dinding kerongkongan
terdapat otot –otot yang bisa mengembang dan mengempis saat mendorong makanan
yang berbentuk gumpalan menuju lambung. Gerakan otot yang demikian disebut
peristaltik.
3. Lambung
Lambung merupakan kantung tempat
menyimpan makanan untuk sementara. Lambung terletak di dalam rongga perut
sebelah kiri di bawah rongga dada. Dalam lambung ada tiga bagian, yakni bagian
atas (kardiak), bagian tengan (fundus), dan bagian bawah (pylorus). Pada kedua
ujung lambung terdapat dua klep, yaitu spingter esophangeal yang berbatasan
antara kerongkongan, dan berfungsi untuk menjaga makanantetap dilambung dan
akan terbuka jika ada makanan yang masuk.
4. Usus halus
Usus halus memiliki panjang sekitar
8,25 meter. Pada usus halus terdiri atas usus dua belas jari, usus kosong, dan
usus penyerapan. Di dalam usus tersebut, makanan akan kembali diproses dengan
enzim pencernaang yang diproduksi pankreas, dinding usus halus, dan cairan
empedu dari kantong empedu. Ketiga usus tersebut akan bekerja bersama-sama
untuk menyelesaikan pencernaan makanan agar menjadi unit-unit kecil yang
diserap ke dalam pembuluh darah usus.
5. . Usus besar
Pada usus besar berdiri dari enam
bagian, seperti sekum, kolon asenden, kolon transversum, kolon desenden, kolon
sigmoid, dan akhiri rektum. Tugas utama usus besar itu menyerap air dan mineral
dari sisa makanan. Sehingga membuatnya menjadi padat dan membentuk tinja. Gerak
peristaltik lalu akan mendorong tinja menuju rektum hingga dikeluarkan melalui
anus.
C. Kelenjar pencernaan
1. Pankreas
Pankreas menghasilkan enzim
pencernaan (getah pankreas) dan hormon insulin dan glukagon. Pankreas itu
terletak dibagian belakang bawah lambung, kelenjar berwarna keputihan.
Pengeluaran getah pankreas dipengaruhi oleh hormon yang disekresikan oleh
dinding usus dua belas jari. Jika
masuk ke usus dua belas jari maka sel-sel tertentu dari usus tersebut akan
mengeluarkan hormon sekretin dan kolesistokinin ke dalam darah. Saat hormon
sekretin sampai di pankreas maka akan merangsang produksi dan pengeluaran getah
pankreas, sedangkan hormon kolesistokinin akan merangsang kantung empedu
mengeluarkan bilus, yang berfungsi mengemulsikan lemak.
2. Hati
Hati terletak didalam rongga perut
sedikit ke kanan di bawah diafragam. Hati merupakan kelenjar yang paling besar
dalam tubuh manusia, terdiri atas dua lobus. Ada beberapa fungsi hati, yaitu menghasilkan
empedu sebagai kelenjar eksokrin Menyimpan cadangan lemak, glikogen, vitamin A,
B12,D, dan albumin Fungsi utama hati biasanya dikaitkan dengan detoksifikasi
zat–zat beracun dalam pencernaan.
3. Kelenjar empedu
Kelenjar
empedu berfungsi dari kantung empedu untuk menyimpan empedu dari hati. Ini juga
berperan dalam mengemulsi lemak.

0 Komentar